Salicyl

5 Cara Mendidik Anak Usia Dini di Rumah

 

Apakah Ayah Bunda memiliki anak yang masuk dalam usia dini? Usia dini anak dideskripsikan ketika ia berada dalam umur antara 0 sampai 6 tahun. Ayah Bunda mungkin sudah sering mendengar tentang pendidikan anak usia dini. Ya, model pendidikan ini bisa terdiri dari taman bermain, taman belajar hingga tambahan layanan berupa penitipan anak. Banyak orang tua yang bekerja menggunakan model pendidikan anak usia dini untuk membantu merawat anak mereka ketika sedang bekerja. Namun terkadang efeknya anak bisa menjadi sangat manja pada orang tua. Karena itu orang tua juga harus mempelajari dasar cara mendidik anak usia dini.


Berikut ini  beberapa trik yang bisa para orang tua lakukan sesuai dengan perkembangan otak dan emosional anak.


1. Berikan kegiatan yang menyenangkan untuk anak

Pertama Ayah Bunda bisa mencoba untuk memberikan kegiatan yang menyenangkan untuk Si Kecil. Bisa dengann mengajari Si Kecil berbagai gerakan olahraga yang ringan. Cara ini sangat penting untuk membantu Si Kecil bisa menyeimbangkan antara perintah dari otak dan otot. Ayah Bunda bisa mencoba memberikan contoh lalu diikuti oleh Si Kecil. Kemudian dari kegiatan ini maka Si Kecil juga bisa belajar cara mengatur gerakan tubuh agar lebih baik dan seimbang. Cara ini juga bisa membantu menjadi pedoman terapi Si Kecil terlambat bicara.

2. Mencoba mengajak latihan untuk mental dan jiwa

Anak-anak usia dini terkadang mudah marah dan sulit untuk menerima perintah. Untuk mengatasi hal ini maka awalnya Ayah Bunda bisa mengajari Si Kecil latihan untuk mental dan jiwa. Caranya adalah berdiam diri ketika marah, kemudian tarik nafas dan hembuskan. Kemudian berikan pujian positif kepada Si Kecil setelah latihan ini dan buat mereka bisa mengatasi rasa marah dan kesal. Ini sangat baik untuk Si Kecil yang  hiperaktif dan tantrum.

 

.3. Ajari anak melihat perasaan

Anak-anak yang masuk dalam usia dini juga memiliki perasaan yang sangat halus. Kemudian mereka juga berusaha untuk mengerti perasaan orang dewasa namun dengan pikiran mereka yang masih anak-anak. Kondisi ini sering terjadi pada Si Kecil yang sudah masuk ke taman pendidikan khusus untuk anak. Mereka bisa melihat teman yang sedih dan ikut sedih, lalu teman yang tertawa maka mereka juga bisa tertawa. Jadi Ayah Bunda bisa mendidik Si Kecil untuk mengerti apa yang dirasakan oleh orang lain. Termasuk ketika mereka tertawa atau marah. Ini juga sangat efektif sebagai cara mendidik anak hiperaktif agar bisa mengendalikan perasaan mereka.

4. Anak salah, itu sangat wajar

Kemudian Anda juga bisa mendidik anak dengan melihat bahwa kesalahan mereka memang sangat wajar. Jika sudah berpikiran seperti ini maka kesalahan anak akan diselesaikan dengan cara anak itu sendiri. Misalnya Anda mengkritik tentang gambar anak, maka anak sudah terbiasa untuk memberikan alasan. Mereka tidak akan menurut saran Anda dengan cepat. Karena itu biasakan untuk mengerti kesalah anak dan jangan terlalu melihat kesalahan mereka. Jadi pertimbangkan hal ini saat Anda mencoba melakukan cara mendidik anak agar nurut.

5. Ajari anak berbuat mandiri

Anak-anak yang sudah masuk usia dini, mereka juga sangat senang untuk mandiri. Mereka sangat senang jika diijinkan untuk memakai baju sendiri, memilih baju sendiri, memakai sepatu sendiri dan juga makan sendiri. Jika sudah seperti ini sebaiknya Ayah Bunda tidak terlalu banyak campur. Biarkan anak melakukan kegiatan itu sendiri, dan jika salah maka culup diingatkan saja. Berbuat mandiri ini bisa menjadi dasar sebagai cara mengatasi Si Kecil manja agar tidak terlalu bergantung dengan orang tua.

Ternyata melakukan cara mendidik anak usia dini membutuhkan berbagai pandangan yang berbeda. Anda harus menilainya dari perkembangan fisik, motorik, mental dan juga jiwa mereka. Karena itu membiasakan anak untuk bergabung dalam lingkungan anak usia dini atau kelompok bermain memang sangat penting dilakukan.


To Top ↑