Salicyl

Tips Bagaimana Mengawasi Tontonan Anak

 

Ketika weekend, kegiatan apa yang biasa Ayah Bunda lakukan dengan Si Kecil? Misalnya seperti Si Kecil menonton TV, Bunda menyiapkan makanan, dan Ayah membersihkan rumah. Nah, ketika Si Kecil menonton, pasti Ayah Bunda pernah memikirkan apa saja yang ia tonton. Meskipun dikemas dengan tampilan animasi, banyak sekali tontonan yang sebenarnya belum pas untuk Si Kecil. Namun, Ayah Bunda tak perlu was-was. Ada tips dan trik mengawasi tontonan anak tanpa mengganggu Si Kecil. Yuk, simak!


  • Pilihkan tontonan untuk anak

Sebelum Si Kecil mengenal banyak tontonan, sebaiknya Ayah Bunda yang memilihkan tontonan untuk mereka. Rekomendasikan tontonan-tontonan yang bermanfaat tetapi yang tetap bisa menarik perhatiannya. Mislnya seperti film animasi atau film edukasi.

  • Ikut menonton

Jika anak Ayah Bunda tidak keberatan, tentunya tak ada salahnya jika Ayah Bunda ikut menonton dengannya. Dengan ikut menonton, Ayah Bunda jadi tahu jenis tontonan apa saja yang menarik baginya dan apa saja tontonan yang biasa ia tonton. Selain itu, menonton bersama Si Kecil juga bisa mempererat hubungan emosional dan komunikasi antara orangtua dan anak.

  • Sebaiknya anak tidak menonton TV sendirian

Mengapa menonton channel-channel yang ada di TV tidak disarankan untuk anak-anak? Sebab, Ayah Bunda tidak bisa mengontrol apa yang akan muncul pada TV tersebut. Bisa saja acara TV sudah sesuai untuk anak, tetapi ada iklan yang kurang sesuai untuk ditonton. Terlebih lagi jika Si Kecil menonton sendirian, ia dapat dengan mudah mengganti saluran TV dan menemukan acara TV yang tidak baik untuknya.

  • Nyalakan ‘Safety Mode’

Selain TV, Si Kecil bisa menonton tontonan kesukaannya lewat gadget dengan internet. Seperti dengan membuka YouTube, misalnya. Nah, untuk mencegah anak menonton konten-konten yang kurang sesuai, Ayah Bunda bisa menyalakan safety mode yang mengatur tayangan apa saja yang boleh ditonton untuk Si Kecil.

Itu dia beberapa tips yang bisa Ayah Bunda lakukan untuk memonitor tontonan anak tanpa membuatnya terganggu atau risih. Semoga bermanfaat!


To Top ↑